WordPress.com – 20 Agustus 2010

Menjadi tua adalah hal yang pasti karena pertambahan usia merupakan hal yang juga pasti. Oleh karena itu, tak heran bila sejak jaman dahulu hingga sekarang banyak orang yang berburu cara untuk tetap bisa awet muda di tengah usia yang terus bergulir. Legenda Fountain of Youth atau mata air kemudaan merupakan bukti bahwa upaya untuk mempertahankan kemudaan telah tercatat dalam sejarah sejak peradaban manusia ratusan tahun silam. Mata air yang ditemukan oleh seorang pengelana asal Spanyol – Juan Ponce de Leon (1513) tersebut dipercaya mampu membuat siapa saja yang meminumnya kembali muda.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin modern, khususnya di bidang ilmu kedokteran, ternyata perihal mengembalikan kemudaan bukanlah hal yang mustahil. Hal ini karena para ahli yang peduli dengan anti aging terus berupaya mengembangkan pengobatan/terapi anti aging (anti aging medicine) yang penerapannya diintegrasikan dari ilmu kedokteran yang sudah ada, yakni dengan melakukan pelbagai percobaan secara empiris (evidence base) hingga pada akhirnya berhasil mengungkapkan bahwa sel-sel dalam tubuh manusia memang dapat dioptimalkan, terutama dalam hal fungsinya. Hal yang membedakan pengobatan anti aging dengan pengobatan konvensional adalah pada penggunaan bahan-bahan pengobatannya. Bila pengobatan konvensional masih menggunakan obat-obatan berbahan kimia, pengobatan anti aging sangat ramah tubuh karena obat-obatan yang digunakan merupakan hasil padu-padan sumber daya alami (no chemical) yang pengujiannya sudah dilakukan hingga ke level sel tubuh dan pengaplikasiannya pun langsung ditargetkan hanya pada sel yang sakit sehingga bisa dipastikan tidak akan memberikan efek samping negatif pada sel-sel tubuh yang sehat.

Sebenarnya, apa itu anti aging? Sesuai asal katanya, anti berarti menahan atau melawan, sementara aging berarti umur / penuaan. Maka bila diartikan secara harfiahnya anti aging adalah menahan atau melawan terjadinya penuaan. Dengan demikian, bagi mereka yang melakukan terapi anti aging diharapkan akan memiliki kebugaran yang selalu terjaga (wellness) layaknya anak muda.

Pada usia berapakah terapi anti aging sebaiknya dilakukan? Idealnya, terapi anti aging baik bila dilakukan sedini mungkin (memasuki usia 30), yakni di saat seluruh fungsi sel tubuh masih sehat dan berfungsi baik. Dengan demikian, istilah “mencegah lebih baik mengobati” bukan hanya menjadi slogan saja, tetapi benar-benar bisa direalisasikan karena dengan organ tubuh yang sehat dan selalu terjaga dengan baik, tubuh akan otomatis memberikan proteksi yang optimal untuk menghindari atau membunuh serangan-serangan penyakit. Namun, tidak tertutup kemungkinan bila seseorang yang telah memasuki usia senja yang biasanya telah dihinggapi dengan berbagai problematika yang berkaitan dengan penurunan fungsi hormonal dan metabolism, masih bisa disembuhkan melalui terapi anti aging. Hal ini karena berdasarkan pengetahuan dasar ilmu kedokteran (functional medicine), melalui pengobatan anti aging dan penerapan terapi yang benar, sel-sel tubuh yang sudah rusak masih bisa dikoreksi. Harapannya, mereka tetap memiliki kesehatan yang prima dan mampu hidup mandiri dan yang terpenting tidak menghabiskan sisa umurnya di ranjang rumah sakit.

8 Syarat Keberhasilan Terapi Anti Aging

  1. Terapkan gaya hidup (life style) yang sehat dan benar, misalnya dengan memperhatikan apa saja yang dimakan dan diminum dengan mengutamakan asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, rutin berolah raga, dan tidak merokok.
  2. Mengurangi atau meniadakan segala macam yang dapat menimbulkan infeksi serta peradangan. Hal ini karena infeksi dan peradangan yang terjadi secara terus menerus merupakan faktor utama pencetus rentannya fungsi kekebalan tubuh sehingga penyakit pun mudah menyerang.
  3. Menghindari / menyelesaikan permasalahan dengan baik (coping with stress).
  4. Istirahat dan tidur dengan cukup, yakni idealnya 7—8 jam per hari.
  5. Menjaga stabilitas hormonal, misalnya dengan pengobatan anti aging. Hal ini karena hormon merupakan motor bekerjanya fungsi organ tubuh, bila fungsi hormon tubuh baik maka fungsi organ tubuh pasti baik.
  6. Menjaga kesehatan fungsi organ hati / liver yang notabene berperan sebagai organ detoks (menghilangkan racun-racun di dalam tubuh).
  7. Mengonsumsi suplemen seperti sayur dan buah.
  8. Rutin melakukan pendekatan spiritual, misalnya dengan rajin beribadah/meditasi untuk pengobatan dari dalam tubuh (self healing).

About Aging Fact

Aging Fact Editorial Aging Fact

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>